Jumat, 12 Februari 2016

Hand Trap Series 1: Maxx "C"

Hand trap? Bukan, ini bukan kartu Trap yang aktif dari tangan. Ini lebih kepada efek-efek yang bisa diaktifkan dari tangan, untuk mengganggu lawan, atau pun memberi keuntungan pada kita.

Hand trap, seperti kartu-kartu lain, punya kekuatan dan kelemahan masing-masing. Juga tidak semua macam deck yang bisa disupport.

Seri artikel tentang hand trap ini akan membahas beberapa kartu hand trap, yang ane sadur dari tulisan Frazier Smith di Alterealitygames.com.

1. Maxx "C"

Hampir semua menyukai Maxx "C". Mungkin karena sebagai duelist, kita paling suka men-draw kartu. Makin banyak kartu di hand, makin banyak posibility. Dalam format terdahulu, Maxx "C" ada diantara menang dan kalah. Jika sesorang membuka duel dengan Wind-Up Magician dan Wind-Up Shark, kamu memerlukan Maxx "C" agar tidak kalah. Juga misalnya permulaan duel dengan One for One dan Dandylion, kamu perlu Maxx "C" agar bisa bertahan. Namun sekarang, Maxx "C" tidak memiliki efektivitas yang sama ketika menghadapi deck Pendulum.

Konami membuat tindakan Pendulum Summon sebagai bagian dari Special Summon Inherent. Ini berarti kamu harus mengaktifkan Maxx "C" sebelumnya karena nggak ada apapun yang dapat di-chain. Selain itu, kamu hanya akan men-draw 1 kartu terlepas dari berapa pun banyaknya monster yang di-Pendulum Summon.

Masalah dengan Maxx "C", jika lawan memiliki kartu buat defense setelah kamu menggunakannya. Misalnya, lawan turn pertama, melakukan banyak search, pasang scale, dan kamu harus menggunakan Maxx "C". Di saat ini, jalannya duel akan berubah. Jika lawan memiliki kartu semacam Solemn Strike, Solemn Warning, Vanity's Emptiness, Effect Veiler atau Maxx "C"-nya sendiri, dia bisa saja memilih untuk melakukan Pendulum Summon semua monsternya untuk memperoleh advantage, lalu skip dengan set-up trap/hand trapnya. Sekarang, kamu harus berurusan dengan apapun yang dipasang lawan, dan bisa saja ia telah bersiap. Kamu kemungkinan akan kalah jika tidak bisa menembus pertahanannya.

Hal lain yang konflik dengan Maxx "C", dan mungkin dengan han trap secara umum, adalah jika dapat turn pertama. Mereka bukanlah bagian dari combo. Jika kamu men-draw salah satunya, sejatinya kamu cuma punya 4 kartu di tangan yang playable dan bukan 5. Kondisi ini kurang menguntungkan jika 4 kartu selain Maxx "C" tidak mampu membuatmu melakukan setup field yang cukup.

Dalam Deck lain seperti Kozmo, Mermail, dan Burning Abyss, Maxx "C" dimainkan dengan sedikit berbeda. Deck-deck tersebut cuma ingin menghentikan deck lawan sehingga mereka dapat meng-OTK-nya. Mereka lebih baik dalam menembus kartu-kartu defensif ketimbang Pepe karena memiliki engine yang spesifik dapat menghadapinya.

Misalnya dalam Deck Kozmo. Jika lawanmu berhenti, kamu dapat menggunakan Farmgirl. Jika ia memberi mu terlalu banyak kartu, itu akan hampir menjadi autowin buat mu. Semua itu jika Deck Kozmo memiliki field yang memadai. Dalam deck Kozmo, field yang "memadai" itu cuma butuh pilot dan Dark Destroyer, semudah itu. Disaat itu, seandainya lawan yang menggunakan Maxx "C", jika kamu melanjutkan membuat lawan draw, kamu beresiko memberi mereka Dark Destroyer lainnya atau Sliprider untuk mengganggu permainan mu. Kamu juga beresiko membuat lawan mendraw kartu semacam Effect Veiler. Veiler akan menghentikan Dark Destroyermu dan kamu akan terpojok saat lawan membersihkan field mu pada turn berikutnya. So, hati-hati jika menghadapi Kozmo dan lawan menggunakan Maxx "C" ketika di fieldnya ada monster. Permainan akan menjadi "membunuh" atau "dibunuh" dengan cepat!

-Bersambung-
Hand Trap Series 1: Maxx "C"
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.